Showing posts with label Pantai. Show all posts
Showing posts with label Pantai. Show all posts

Tuesday, January 25, 2011

Pantai Balai Kambang

Pura Luhur Amerta Jati


 Sore disaat sang surya sudah bergulat dengan tabir mega mendung disisi barat atas, nampak sebuah pemandangan yang luar biasa cantiknya. Tepat pukul 15:00 saat kami tiba di Pantai Balekambang yang terletak di desa Srigonco, Kecamatan Bantur Malang. Jalanan yang berkelok-kelok serta sesekali ada jalan yang rusak, sama sekali tidak mengganggu perjalanan kami. Apalagi sepanjang perjalanan mata kami disuguhi hamparan pohon jati di kiri kanan yang bersusun rapi.Keindahan langsung terekam dipandangan pertama, pasir putih keemasan terhampar luas di tepian pantai yang merupakan pesisir laut selatan, ombak yang menggulung menghasilkan lukisan warna putih dengan deburan intan, kontras dengan air di depan dan belakangnya yang berwarna biru kehijauan. Deburannya menghasilkan suara gemuruh yang enak pula didengar, seakan mewakili gemuruh hati ini. Sepintas aku merasa seperti berada di Pantai Kuta Bali, memang tidak salah kalau ada yang mengatakan Pantai Balekambang mirip dengan pantai yang menjadi primadona para turis mancanegara berjemur itu. Dari gemuruh ombak yang saling berkejaran, putih keemasan pasirnya, sampai biru lautnya  memang mengambarkan pantai kuta, mungkin yang berbeda pengunjungnya. Di Pantai Balekambang tidak ada turis-turis mancanegara yang berenang dan berjemur dengan tubuh mengenakan “bikini”.
              Selain pemandangan pasir putih dan gulungan ombak yang berbaris rapi saling berkejaran, pesona lain yang menarik mata dan akhirnya membawa kaki terus menapaki bibir pantai adalah Pulau Wisanggeni dan Pulau Ismoyo yang jaraknya tidak jauh dan bisa dicapai melalui jembatan beton yang panjangnya kurang lebih sekitar 150 meter. Di Pulau Ismoyo sendiri ada sebuah Pura yang diberi nama Pura Luhur Amerta Jati. Pura yang diresmikan pada tanggal 17 Oktober 1985 ini terhampar karang laut yang senantiasa dihempas ombak besar.
          
Jembatan yang unik menuju ke pura






track wisata kali ini ke Laut Selatan tepatnya ke lokasi Pantai Balekambang yang ada di Kecamatan Bantur, 65 km arah ke selatang dari kota Malang. Kalo mungkin diliat dari TrackLog, kok banyak muter muter di kota Malang, yah itulah saya bingung mau cari makan dimana di kota Malang, bukan karena gak ada restaurant tapi karena istri lagi hamil, kemauannya sulit ditebak.
              Ini kali kedua saya ke Bale Kambang dan melalui rute Gondanglegi dan Bantur, walau sebenarnya kalo diliat dari Peta, perjalanan ini dapat pula dicapai melalui Kepanjen terus ke Pagak belok ke kiri ke arah Bantur, tapi kayaknya lebih jauh dan ribet makanya saya putuskan ambil track melalui GondangLegi dan Bantur, walau jalan yang dilalui ke lokasi beraneka ragam bentuknya, mulai dari turunan hingga tanjakan curam yang hanya bisa pake gigi satu dimobil (S 08.36315 E 112.55623), wah tapi asyik banget kok, apalagi begitu kita melihat loket pintu masuk ke pantai (S 08.40005 E 112.54404), rasanya lega udah sampai. Oya sedikit informasi jalan rute setelah kecamatan GondangLegi cukup hanya bisa dilalui 2 mobil pas, karena saya bawa mobil Karimun yah gak masalah dah. Nggak terbayang gimana yah kalo minibus pada papasan dijalan ? padahal kanan kiri turunan tebing cukup curam dengan dihiasi hutan jati.
            Pantai Balekambang memang cukup menawan, ini saya bicara pantainya lo, tapi sayangnya hal ini tidak didukung pula dengan fasilitas yang memadai, hingga terkesan kumuh. Apalagi kalo liat sarana MCK-nya yang, maaf baunya..yah tau sendirilah  Walaupun begitu, pantai ini cukup bersih dengan pasir putih yang menawan, tempat parkir yang luas. Teradpat pula failitas camping ground, kios cinderamata, rumah makan, kantor informasi, bungalow sangat sedeharna, mushola, dan pendopo. Sayangnya semua ini tidak dirawat dengan baik. Sayang ya, padahal untuk akses masuk perOrang Rp. 5,200,- dan setiap masuk MCK ada juga retribusi Rp. 500,-, tapi kok masih bau dan gak terawat, yah tau dah, males mikirinnya, namanya Indonesia Pantai BaleKambang dipenuhi dengan karang laut, yang membentang sepanjang kurang lebih 2000 meter dengan lebar 200 meter ke arah laut. Menurut penduduk setempat, jika air laut surut biasanya diantara karang-karang atau bebatuan tersebut banyak ditemui ikan hias bergerombol dan hewan laut lainnya. Dipantai ini terdapat tiga buah pulau berjajar ke arah barat, yakni Pulau Ismoyo, pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni. Di Pulau Ismoyo berdiri megah sebuah Pura, akses ke Pura dihubungkan oleh sebuah jembatan setapak dengan lebar 1,5 meter. Sepintas, mirip pantai dengan Pantai Kuta - Bali.
pesisir pantai

            Pada bulan Suro, Pantai Balekambang cukup ramai di datangi wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Ada acara yang khusus di Pantai Balekambang ini yaitu Upacara Surohan (Suro'an) dan Upacara Jalanidhi Puja. Selamat berwisata tapi sebelumnya cek kondisi kendaraan anda supaya nyaman dan aman diperjalanan.


Lokasi : Balekambang, Bantur, Malang

Wednesday, December 29, 2010

PANTAI WATU ULO

Keceriaaan diantara keindahan pantai

Kearah selatan kota Jember di gugusan Samudera Indonesia terdapat pantai yang indah panorama alamnya yaitu Pantai Watu Ulo terletak ± 45 Km dari kota Jember. Untuk menuju ke Pantai watu Ulo bisa ditempuh dengan segala macam kendaraan. Disebut Watu Ulo karena di pantai itu ada sebuah batu panjang berbentuk ular (Jw. Ulo) dengan penuh sisik. Menurut cerita rakyat dikatakan bahwa pada jaman dahulu kala ada sebuah ular yang sedang bertapa di pantai itu. Setelah terkabul permohonannya kepada Yang Maha Kuasa maka berwujudlah ia menjadi sebuah batu yang persis seekor ular dengan kepalanya menjulur ke laut, sedang badannya berada di daratan.
Pada jaman pendudukan Jepang, pegunungan di sekitar Pantai Watu Ulo dijadikan benteng pertahanan dan pengintaian bala serdadu musuh yang mau menyusup daratan melalui pantai. Benteng Jepang yang berjumlah lima buah tersebut oleh masyarakat setempat disebut sebagai Goa Jepang dan merupakan salah satu lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Pesisir Pantai

Disamping Goa Jepang, di sebelah Watu Ulo ada sebuah Goa Lawa (Goa Kelelawar) yang dihuni ratusan ribu kelelawar. Goa ini bisa dimasuki oleh pengunjung dengan menyusuri dan melewati pantai berpasir. Karena tempatnya yang sunyi dari keramaian, goa ini sering dijadikan tempat bermeditasi bagi orang-orang tertentu, apalagi mengingat goa ini mempunyai kedalaman 100 m

DAYA TARIK
  1. BATU ULAR merupakan batu memanjang di pesisir pantai yang sekilas mirip ular
  2. PANORAMA ALAM keindahan pantai dengan gugusan karang di tengah laut yangmerupakan ciri khas Pantai Watu Ulo
  3. PEKAN RAYA WATU ULO diselenggarakan pada tiap 1 Syawal s/d 10 Ayawal (lebaran) yng merupakan acara tradisi dalam rangka memberikan hiburan untuk masyarakat
  4. LARUNG SESAJI PANTAI WATU ULO diselenggarakan pada tanggal 7 Syawal (hari Raya ketupat) dengan maksud sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki yang diberikan kepada para nelayan khususnya dan masyarakat Sumberrejo pada umumnya.

Sumber: Indonesian Is So Beautiful

DESKRIPSI
Watu Ulo

Jenis wisata : Alam (pantai)
Lokasi : Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember
Jarak : + 40 km selatan kota Jember
Luas areal : 566.910 m²
Suhu udara : 25 – 32 ยบ C
Tiket masuk : Hari biasa Rp. 2.000,- (tiga ribu) rupiah, hari libur Rp. 4.000 (empat ribu) rupiah

Fasilitas :
- Taman bermain
- Tempat kemah
- Sovenir
- Warung makan & minum
- Kantor pengelola
- Mushala
- MCK
- Tempat parkir
- Jalan hotmix
- Telepon umum
Transportasi : Dapat menggunakan segala jenis kendaraan
Pemilik/pengelola : Pemerintah Kabupaten Jember
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember
Jl. Jawa no 74 Jember telp. 0331 - 335244

Sumber : Jember Tourism

Friday, December 17, 2010

PANTAI TAKISUNG







matahari tengglam di pantai takisung
Pantai Takisung adalah merupakan obyek wisata pantai yang mempesona dengan pemandangan pantai dengan aktivitas jual beli ikan segar maupun ikan kering langsung dari nelayan. 


Pantai Takisung terletak di Kecamatan Takisung yaitu sebelah barat wilayah Kabupaten Tanah Laut. Berjarak kurang lebih 22 km dari kota Pelaihari atau kurang lebih 87 km dari ibu kota Kalimantan Selatan yaitu Banjarmasin. Meskipun Pantai Takisung merupakan Laut Jawa, namun ombaknya tidak besar seperti halnya pantai selatan pulau Jawa. Sehingga aman untuk wisata maupun menjadi pemukiman.


Sebagai objek wisata, Pantai Takisung bisa digolongkan obyek wisata pantai yang mempesona dengan pemandangan pantai yang dikelilingi oleh pohon-pohon kelapa dengan pasirnya yang coklat seperti air lautnya (untuk identifikasi airnya, yaitu dari hasil observasi didapatkan pH airnya 9 yang tergolong basa dengan suhu 250C dan kecepatan aliran airnya sebesar 1927 rpm, sedangkan tingkat kecerahan airnya sebesar 32 cm), ditemanin banyak pasar-pasar yang menjual jajanan khas pantai, mulai dari ikan asin, hiasan kerang, udang, ikan, sampai terumbu karang langsung dari nelayan. Ditambah lagi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut yang terus mempoles objek wisata ini melalui pembangunan sejumlah fasilitas umum yang tak dimiliki objek wisata pantai lainnya. Diantaranya, selter, panggung permanen, rumah makan (belum dioperasionalkan), dan penginapan.






batu-batu nan cantik di sekitar pantai
 pantai Takisung, pantai yang terkenal di Kalsel ini, jaraknya dari kota Pelaihari hanya sekitar 22 Km. Menyajikkan keindahan pantai, keunikan, dan keragaman suasana pantai. Disini kamu bisa menyaksikan matahari terbenam juga lampu mercusuar saat sore hari. Tapi dalam artikel ini saya tidak akan mengulas tentang pantai ini (takut kesaing kale, maklum amatir, he). Melainkan akan mengulas keindahan dalam perjalanan menuju pantai ini.


Menuju pantai Takisung bisa melewati dua jalur, yaitu jalur melewati kota Pelaihari dan jalur yang melewati Pulau Sari. Nah kali ini saya mau share keindahan lewat jalur Pulau Sari. Kalau jalur lewat Pelaihari, udah biasa sih. Jalur Pulau Sari terletak di kecamatan Tambang Ulang (setelah kecamatan Bati-Bati, dari Banjarmasin sekitar 2 jam perjalanan). Dipinggir jalan tepat di desa Pulau Sari sobat bisa melihat penunjuk jalan yang menunjuk ke daerah Kurau, langsung aja sobat belok mengkuti penunjuk jalan tersebut, hehe...


Nah pertama-tama sobat akan melewati daerah Bingkulu. Daerah ini diselimuti oleh padang semak belukar dan kebun-kebun masyarakat. Hamparan padang semak yang luas dan berbukit-bukit sangat memanjakan mata lho








pengunjung yang datang dari berbagai kota di Kalsel




Thursday, December 9, 2010

PANTAI BATAKAN

Pantai Batakan merupakan obyek wisata bahari yang terpadu dengan panorama alam pegunungan pantai yang terletak di kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, sekitar 125 kilometer arah timur dari Kota Banjarmasin (Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan).

Untuk mencapai lokasi Pantai Batakan, dari Kota Banjarmasin relatif mudah karena kondisi jalannya cukup baik ,berkelak-kelok dan turun-naik serta menyajikan pemandangan alam yang indah berupa barisan perbukitan yang menghijau, hamparan persawahan yang menguning, serta perkampungan nelayan yang berada di tepi pantai.
Sebelah timurnya terdapat perbukitan pinus yang menjadi bagian dari Pegunungan Meratus. Di pantai ini pengunjung dapat mengelilingi pantai sambil menggunakan kuda sewaan, bersantai di bawah pohon cemara sambil menikmati keindahan pantai, atau menyaksikan panorama alam terutama saat matahari akan terbenam (sunset).

Di lepas pantai Batakan dapat kita jumpai Pulau Datu yang merupakan obyek wisata ziarah makam.Berkunjung ke Pulau Datu yang letaknya tidak berapa jauh di depan Pantai Batakan. Di pulau ini terdapat sebuah obyek wisata religius yaitu makam Datu Pamulutan.

Fasilitas khas tempat rekreasi Pantai Batakan, seperti kamar mandi untuk bilas, rumah ibadah (masjid), panggung hiburan, cottage, restourant, penginapan, playground, hingga areal parkir kendaraan yang cukup luas.

Saturday, November 20, 2010

Pantai Sadeng




Dahulu kala Sungai Bengawan Solo mengalir tenang dari hulunya di wilayah utara hingga bermuara di Pantai Sadeng yang kini berada di Kabupaten Gunung Kidul. Namun, empat juta tahun yang silam, sebuah proses geologi terjadi. Lempeng Australia menghujam ke bawah Pulau Jawa, menyebabkan dataran Pulau Jawa perlahan terangkat. Arus sungai akhirnya tak bisa melawan hingga akhirnya aliran pun berbalik ke utara. Jalur semula akhirnya tinggal jejak yang perlahan mengering karena tak ada lagi air yang mengalirinya. Wilayah ini menjadi kaya akan bukit-bukit kapur yang menurut beberapa penelitian, semula merupakan karang-karang yang berada di bawah permukaan laut.

Kini, bekas aliran sungai yang populer lewat lagu keroncong berjudul Bengawan Solo ciptaan Gesang itu menjadi objek wisata menarik. Tak ketinggalan Pantai Sadeng yang menjadi muaranya, selain menjadi objek wisata juga menjadi salah satu pelabuhan perikanan besar di Yogyakarta. Keduanya menjadi jejak geologi yang berharga. Beberapa waktu lalu, sempat diadakan paket wisata menyusuri jalur Bengawan Solo Purba hingga muaranya.

Dalam perjalanan menuju Pantai Sadeng, beberapa ratus meter jalur aliran Bengawan Solo Purba bisa dinikmati pemandangannya. Jalur aliran itu bisa dilihat setelah sampai di dekat plang biru bertuliskan "Girisubo - Ibukota Kecamatan". Berhenti sejenak di pinggir jalan menuju pantai atau berjalan perlahan adalah cara paling tepat untuk menikmati pemandangan bekas aliran ini, sekaligus memberi kesempatan mengabadikannya dengan kamera.

Tampak dua buah perbukitan kapur yang tinggi memanjang mengapit sebuah dataran rendah yang semula adalah jalur aliran. Dataran rendah yang kini menjadi lahan berladang palawija penduduk setempat itu berkelok indah, memanjang sejauh 7 kilometer ke arah utara, hingga wilayah Pracimantoro di Kabupaten Wonogiri. Kelokannya membuat mata tergoda untuk menyusurinya ke utara hingga ke tempat pembalikan aliran sungainya.

Jalur aliran juga bisa disusuri ke arah selatan hingga bekas muaranya di Pantai Sadeng. Menurut penuturan salah seorang nelayan, muara Bengawan Solo Purba berada di pantai sebelah timur, wilayah yang kini termasuk areal pelabuhan perikanan. Meski demikian, penyusuran ke selatan tak akan seindah ke utara, sebab jalan yang menuju ke Pantai Sadeng tidak searah dengan jalur aliran sungai terbesar di Jawa itu.

Bila telah sampai ke pantainya, maka pemandangan berbeda akan dijumpai. Wilayah pantai juga telah mengalami perubahan, seperti jalur aliran yang kini menjadi ladang-ladang penduduk. Pantai Sadeng kini menjadi pelabuhan perikanan di Yogyakarta yang paling maju, terbukti dengan kelengkapan sarana pendukungnya, seperti perahu motor yang berukuran lebih besar, terminal pengisian bahan bakar, rumah pondokan nelayan hingga tempat pelelangan ikan dan koperasi.

Berkembangnya Sadeng sebagai pelabuhan ikan pun punya cerita tersendiri. Sekitar tahun 1983, serombongan nelayan ikan dari Gombong, Jawa Tengah datang ke tempat ini. Mereka menganggap Sadeng sangat berpotensi sebagai tempat melaut. Tantangannya cukup berat, bukan hanya karena ombak laut selatan yang besar, tetapi juga kepercayaan penduduk setempat yang tak memperbolehkan melaut dan wilayah pantai yang konon wingit.

Namun, salah satu nelayan bernama Pairo yang ditemui YogYES, mengungkapkan bahwa nelayan Gombong saat itu berkeyakinan, "Sopo Wae mlebu Sadeng Sedeng". Berarti, siapa saja berani tinggal di Sadeng akan diberi kekuatan untuk hidup. Akhirnya, bertahanlah serombongan nelayan dari Gombong itu, sedikit demi sedikit hingga hasil tangkapan ikan pun terus meningkat dan mereka mampu bertahan hidup.

Kemajuan pun terus dicapai. Tahun 1986, didirikan tempat pelelangan ikan dan dibangun pelabuhan yang dilengkapi mercusuar untuk mendukung aktivitas perikanan. Sekitar tahun 1989, berdiri sebuah koperasi untuk membantu para nelayan. Hingga akhirnya pada tahun 1995, berdiri kantor yang mengurus hasil tangkapan ikan sekaligus pondokan serupa rumah petak yang dikontrakkan untuk para nelayan.

Berkeliling ke penjuru pantai adalah cara untuk menikmati kemajuan perikanan di Sadeng. Akan tampak sekelompok nelayan yang membersihkan perahu, mengangkut ikan dari perahu ke tempat pelelangan, menggiling es batu untuk dimasukkan dalam kotak ikan sebelum didistribusikan, hingga ibu-ibu nelayan yang mengasuh anak-anak di pondokan. Seluruh warga pantai seolah sibuk dengan aktivitas perikanannya.

Selain itu, bisa juga menyusuri bibir pantai di sebelah timur dan menuju gundukan pasir yang berada di dekat mercusuar. Pemandangan laut lepas akan tampak jelas, beserta deburan ombaknya yang besar. Tak seperti pantai di Gunung Kidul umumnya, Sadeng tak banyak memiliki karang-karang raksasa sehingga pandangan mata tak akan terhalang. Kadang, bisa juga disaksikan perahu nelayan yang tengah melaut.

Mengunjungi Sadeng bagaikan menyaksikan sebuah proses evolusi. Selama perjalanan, bisa dikenang evolusi dataran rendah jalur aliran Bengawan Solo Purba dari tempat mengalirnya air hingga menjadi ladang palawija yang produktif. Sementara, mengunjungi pantainya seolah mengenang pantai yang semula muara sungai menjadi daerah sepi dan akhirnya berkembang menjadi pelabuhan perikanan terbesar di Yogyakarta.

Thursday, September 9, 2010

Kalimantan Timur


Kepulauan Derawan terletak di propinsi Kalimantan Timur dengan luas 1 juta hektar persegi di Laut Sulawesi yang terdiri dari 31 buah pulau, yaitu Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Maratua, Pulau Panjang, Pulau Samama, serta beberapa pulau kecil dan gugusan karang lainnya. Berpasir putih dan berair jernih. Untuk mencapainya dapat naik pesawat dari Balikpapan menuju Berau, lalu dilanjutkan dengan jalan darat ke Tanjung Batu selama 3 jam plus naik speed boat selama 30 menit. Kep. Derawan merupakan habitat terbesar se-Indonesia bagi spesies penyu hijau yang terancam kepunahannya. Semua pulau berpasir putih yang masih bersih dan alami. Kita pun bisa berenang di pantai bersama penyu!

Untuk Info Pantai 10 Pantai terbaik di Indonesia silahkan CLIK

Thursday, August 5, 2010

Wisata Segoro Indah Dalegan


Pantai Kuta Bali sudah tak diragukan lagi keindahannya dan tentunya membuat wisatawan betah di sana.

Namun, kini warga Jawa Timur tidak perlu bersusah payah pergi ke Kuta jika ingin menikmati suasana indahnya pasir putih, jernihnya air laut, dan deburan ombak. Karena, itu semua bisa dinikmati di obyek Wisata Segoro Indah Dalegan (Wisidi).

Wisidi tepatnya berada di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, yang terletak kurang lebih 40 km dari pusat kota Gresik. Obyek wisata yang berhadapan dengan Laut Jawa ini dipenuhi wisatawan dan tidak jarang pula wisatawan dari mancanegara ikut menikmati suasana deburan ombak yang ramah dengan menggunakan pelampung.

Seperti pada hari libur nasional pelaksanaan pemilu presiden ini. Seusai menggunakan hak pilihnya, warga memadati pantai Wisidi hingga mencapai ribuan pengunjung, Rabu (8/7).

Pada bulan-bulan tertentu, pantai ini bisa menjadi salah satu tempat alternatif bagi peselancar. Untuk menikmati indahnya pantai hingga melihat matahari terbenam, kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Cukup membeli tiket seharga Rp 2.500. Obyek wisata yang mempunyai luas lebih kurang 2 hektar itu menjadi salah satu andalan Kota Gresik, khususnya bagi Desa Dalegan, karena mampu memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi pembangunan desa.

“Dana yang didapat dari obyek wisata ini telah bisa digunakan untuk memberi subsidi bagi kas 41 rukun tetangga (RT), enam rukun warga (RW) setempat, pembangunan jalan dan juga pembangunan dua balai dusun,” ujar Muzarodin, Kepala Desa Dalegan.

Obyek wisata pantai ini dibuka untuk umum mulai tahun 2003 dan hingga kini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pantai ini juga tak jarang digunakan untuk latihan voli pantai atlet Jatim. Ke depannya, wisata pantai ini akan diperluas sehingga bisa memberikan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar dan mampu memperkenalkan Kota Gresik di dunia internasional.

Tuesday, July 20, 2010

Pantai Pasir Panjang Singkawang


Kota singkawang dikenal sebagai Kota Amoy dan China Town-nya Indonesia, karena mayoritas penduduknya (sekitar 70%) merupakan etnis Tionghoa. Mengunjungi kota yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Serawak, Malaysia ini, tentu belum lengkap bila belum mengunjungi Pantai Pasir Panjang.
Pantai yang menjadi ikon pariwisata Kota Singkawang dan salah satu objek wisata andalan Provinsi Kalimantan Barat ini telah dikembangkan menjadi sebuah paket wisata terpadu bernama Taman Pasir Panjang Indah (TPPI). Dinamakan dengan Pantai Pasir Panjang karena pantainya membentang panjang melengkungi laut lepas.

Keistimewaan

Pantai Pasir Panjang Singkawang Dari bibir pantai, pengunjung dapat menikmati panorama laut biru berlatar kaki langit yang juga biru. Samar-samar di kejauhan membias hijau Pulau Lemukutan, Pulau Kabung, dan Pulau Randayan yang dipagari perairan Laut Natuna. Hamparan pasir pantainya yang luas dan bersih menjadikan kawasan ini nyaman digunakan untuk berjemur atau melakukan aktivitas olahraga, seperti voli pantai dan sepakbola pantai.

Air lautnya yang jernih dan bersih sangat mendukung aktivitas pengunjung yang ingin berenang atau menyelam. Selain itu, ombaknya relatif besar dan menjadi rumah bagi banyak ikan, sehingga tepat sekali digunakan sebagai arena berselancar dan area memancing.


Suasana kawasan ini kian eksklusif menjelang detik-detik terbenamnya matahari (sunset) di balik pulau-pulau yang terdapat di sekitar kawasan pantai ini. Pengunjung dapat menikmatinya dari pinggir pantai atau dari pondok-pondok wisata yang banyak terdapat di kawasan tersebut.

Bila bosan di pantai, pengunjung dapat melihat-lihat kehidupan masyarakat kampung nelayan yang tidak terlalu jauh dari lokasi pantai, atau bersantai di shelter-shelter yang terdapat di Semenanjung Cinta.

Pantai Pasir Panjang Singkawang Lokasi  Pantai Pasir Panjang terletak di Kecamatan Tujuh Belas, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Akses Kota Singkawang berjarak sekitar 142 kilometer dari Kota Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Dari Bandara Supadio atau Terminal Bus Pontianak, pengunjung dapat naik taksi, travel, atau bus sampai Kota Singkawang. Dari pusat Kota Singkawang, Pantai Pasir Panjang berjarak sekitar 17 kilometer lagi. Pengunjung dapat mengaksesnya dengan menggunakan taksi, bus, atau minibus.

Harga Tiket Pengunjung dipungut biaya sebesar Rp 5.000,- per orang.

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Pantai Pasir Panjang Singkawang Di kawasan Pantai Pasir Panjang terdapat pusat informasi pariwisata, diskotik, persewaan speed boat, sepeda air, darmoling, gokart, shelter-shelter, pondok wisata, dan toko suvenir. Pengunjung yang tidak terbiasa berenang di pantai dapat berenang di kolam renang yang tersedia, sedangkan yang tidak suka berenang atau pun berjemur dapat mengelilingi pantai dengan naik banana boat. Pengunjung yang membawa anak-anaknya tetap bisa bersenang-senang karena di kawasan ini tersedia arena bermain anak-anak.

Pengunjung tidak bakalan kesulitan mencari makanan karena di kawasan ini terdapat restoran, kafe, warung makan, dan pedagang asongan. Begitu juga yang ingin menginap, tidak perlu repot membawa tenda atau sleeping bag karena di kawasan ini tersedia wisma dan hotel dengan berbagai tipe.

Sumber : Wisata Melayu
Lokasi : Kota Singkawang

Saturday, June 12, 2010

Kepulan Mentawai




mentawai surfing Sejumlah tempat tidur busa disimpan di uma atau rumah adat Mentawai di Butui, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Keberadaan barang buatan pabrik itu amat mencolok dibandingkan dengan isi uma lainnya, seperti tengkorak binatang dan peralatan memasak yang semuanya dibuat warga Mentawai.

“Tempat tidur itu untuk para turis. Mereka juga yang membelinya, juga barang lain seperti tas,” kata Aman Jazali, sikerei yang menghuni rumah adat tersebut. Sikerei adalah pemimpin upacara adat.

Menurut Jazali, hampir setiap minggu ada saja turis asing—biasanya dari Amerika dan Eropa—yang menginap 1-2 malam di uma. Ada dua daya tarik di situ: mengalami sendiri kehidupan suku Mentawai yang eksotis serta menikmati aliran Sungai Butui nan jernih serta dikelilingi pasir dan bebatuan putih di depan uma.

mentawai beach

Eksotisme ala Butui tersebut masih ditambah indahnya perjalanan untuk mencapainya, yaitu naik pompong—perahu kayu dengan mesin tempel—selama sekitar 4 jam dari Muara Siberut, ibu kota Kecamatan Siberut Selatan, menuju Desa Madobag. Dari Madobag, berjalan kaki sekitar 1,5 jam melalui hutan untuk menuju uma.

Sementara Muara Siberut dapat ditempuh dengan naik kapal motor selama 10-12 jam dari Padang, Sumatera Barat.

Eksotisme Mentawai

Kehadiran wisatawan asing ini membuat Jazali memperoleh pemasukan yang lumayan karena setiap rombongan biasa memberinya uang sebelum pergi. Selain itu, juga membuatnya mampu sedikit berbahasa Indonesia, Inggris, dan berhitung.

”Saat menginap di sini, pemandu wisata dan turis asing itu sering mengajari saya dan juga keluarga,” kata Jazali yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Sementara ketiga anaknya sekarang belajar di sekolah hutan yang dikelola seorang biarawan karena sekolah formal berada jauh dari umanya.

Kehadiran turis asing juga membuat sejumlah tempat di Mentawai ditumbuhi resor mewah, terutama di kawasan pantai yang memiliki ombak yang baik untuk selancar. Di resor-resor itu turis berduit menikmati eksotisme Mentawai yang terdiri dari 213 pulau sekaligus untuk berselancar.

Ombak di kepulauan Mentawai—oleh berbagai organisasi selancar—merupakan terbaik ketiga sejagat setelah Hawaii dan Tahiti.

Surf mentawai

Di Mentawai, selancar biasanya dilakukan di Pulau Nyangnyang, Karang Majat, Masilok, Botik, dan Mainuk. Puncak kunjungan wisatawan ada di bulan Juli dan Agustus. Saat itu ketinggian ombak di Mentawai mencapai 7 meter.

”Pulau yang cantik. Saya akan datang ke sini lagi,” kata Andrea, wisatawan dari Italia, tentang Mentawai yang dikunjunginya selama satu minggu.

Cagar biosfer

Selain cantik, Mentawai juga berperan penting bagi konservasi. Sejak tahun 1981, Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan Pulau Siberut di Mentawai sebagai salah satu cagar biosfer sehingga keberadaannya harus dilindungi dan dijauhkan dari eksploitasi.

Keeksotisan Siberut ditambah adanya empat primata endemik Mentawai, yaitu simakobu atau monyet ekor babi (Simias concolor), bilou atau siamang kerdil (Hylobates klosii), joja atau lutung mentawai (Presbytis potenziani), dan beruk mentawai (Macaca pagensis).

Untuk meneliti kekayaan primata Mentawai ini, Pusat Primata Universitas Gottingen, Jerman, bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor mendirikan Proyek Konservasi Siberut.

Terabaikan

Namun, berbagai keunggulan itu seolah belum mampu membuat negara untuk melihat Mentawai secara lebih serius. Fasilitas umum seperti kesehatan dan pendidikan di daerah kaya itu umumnya masih terbengkalai. Aliran listrik dan jalan amat terbatas.

”Dinas Pariwisata belum pernah datang ke sini. Jika ada wisatawan yang datang, ya sudah, kami tangani sendiri,” kata Sekretaris Desa Madobag Matheu Sabaggalek.

mentawai islandAkibatnya lebih jauh, warga tidak hanya belum memiliki panduan yang jelas untuk mengelola daerahnya. Sejumlah aset di daerah itu juga mulai dikelola orang asing, seperti resor mewah di sejumlah lokasi selancar. ”Tanah resor itu masih milik warga Mentawai. Namun, karena tidak tahu dan tidak memiliki modal untuk mengelolanya, lalu disewakan ke orang asing,” kata Matheu.

Matheu juga menceritakan, sudah ada turis Kanada yang menawarkan diri untuk memberikan modal menata air terjun Kulu Kubuk yang ada di daerahnya. ”Turis itu sudah menawarkan Rp 25 juta sebagai modal, dan pengelolaannya tetap diserahkan ke kami. Namun, warga yang punya tanah masih belum memperbolehkan,” kata Matheu.

Negara perlu mengatur jangan sampai kekayaan alam ini jatuh ke tangan asing, antara lain membekali kemampuan masyarakat setempat mengelola kawasan mereka. Jika tidak, kekayaan alam Mentawai nan cantik ini sangat mungkin diserahkan pengelolaannya ke tangan asing. Bila demikian, apa arti makna kehadiran negara Indonesia di Mentawai?

(Agnes Rita Sulistyawaty dan M Hernowo)
Sumber: Kompas.com

Thursday, May 20, 2010

BIRA BEACH


Tanjung bira terkenal dengan pantai pasir putihnya yang cantik dan menyenangkan. Airnya jernih, baik untuk tempat berenang dan berjemur. Disini kita dapat menikmati matahari terbit dan terbenam dengan cahayanya yang berkilau nenbersit pada hamparan pasir putih sepanjang puluhan kilometer.

Pantai bira yang sudah terkenal hingga mancanegara, kini sudah ditata secara apik menjadi kawasan wisata yang patutu di andalkan. Berbagai sarana sudah tersedia, seperti perhotelan, restoran, serta sarana telekomunikasi, pantai bira berlokasi sekitar 41 km kearah timur dari kota bulukumba. dengan pelabuhan penyeberangan fery yang menghubungkan daratan Sulawesi Selatan dengan pulau selayar.


Houseboat Thailand
Di bagian selatan Yogyakarta, Anda akan menjumpai banyak pantai. Yang terdekat adalah Parangtritis yang menawarkan kegembiraan menyusuri pantai dengan bendi atau ATV. Ada pula pantai-pantai yang alami di Gunung Kidul, seperti Siung, Sadeng, dan Sepanjang.

Kita memang tidak bisa mengharapkan wisata pantai yang sudah jadi seperti Bali ataupun mewah seperti Thailand. Namun pantai-pantai alami di Gunung Kidul - Yogyakarta tetap layak dikunjungi, terutama untuk wisatawan dengan minat khusus.